a. Kelebihan Windows Phone 8
Microsoft memperkenalkan sistem operasi terbarunya, Windows Phone 8
di San Francisco AS. Apa saja kehebatan sistem operasi terbaru Microsoft
ini.
Ada sejumlah pembaruan yang dilakukan Microsoft pada sistem operasi
terbarunya ini. Pembaruan ini, boleh jadi, akan mampu meningkatkan
kinerja smartphone yang mengusung sistem operasi WP 8. Setidaknya WP 8
bakal sejajar dengan Android terbaru.
Dari sisi dukungan terhadap perangkat lunak, Windows Phone 8 memang
lebih maju dibandingkan versi sebelumnya, seperti Windows Phone 7.
Sistem operasi terbaru Microsoft mendukung prosesor multicore. Dengan
demikian WP 8 akan mendukung prosesor dual core, quad core atau yang
lebih tinggi. Sekadar catatan, Android kini telah mendukung prosesor
Quad Core. Dukungan bpada sistem multicore tampaknya merupakan upaya
Microsoft mensejajarkan sistem operasinya dengan Android terbaru.
Microsoft juga membuka diri pada para pengembang, dengan melakukan
share salah satu corenya. Hal ini membuka peluang bagi pengembang untuk
mengembangkan aplikasi, baik untuk device maupun sistem operasinya itu
sendiri.
Sistem penyimapanan pada Windows Phone tak lagi bergantung pada
memori internal. WP 8 telah mendukung microSD untuk meningkatkan
kapasitas penyimpanan, sehingga produk terbaru bakal dibekali dengan
slot microSD. Dukungan sekaligus membuka sistem transfer data yang lebih
cepat.
Microsoft juga melakukan peningkatan pada resolusi layar. Kini WP 8
mendukung berbagai varian resolusi layar dan diklaim sebagai true 720p.
WP 8 mendukung display dengan resolusi 1280×720 piksel, 1280×768 piksel
(WXGA) dan 800×600 piksel (WVGA).
b. Kekurangan Windows Phone 8
Sejak windows 8 hadir, Microsoft menginginkan agar semua aplikasi (kecuali game)
dapat mengadopsi tampilan Windows 8-style UI. Beberapa pengembang
aplikasi sebenarnya kurang nyaman dengan peraturan ini. Semua aplikasi
akan terlihat sama, dengan desain kotak-kotak. Dalam pelatihan membuat
aplikasi Windows 8, pertanyaan semacam ini sering dilontarkan para developer.
“Nilai keunikan sebuah aplikasi jadi hilang. Semua jadi kotak-kotak,” kata Yusak.
Untuk mengakalinya, menurut Yusak, developer bisa memainkan desain pada latar belakang, tata letak, ataupun teks.
Ada pula developer yang menganggap tampilan kotak-kotak
ukuran terkecil di Windows 8 masih terlalu besar. Jika pengguna memasang
banyak aplikasi, maka akan terlihat banyak kotak-kotak berjejer ke
kanan. Pengguna harus terus menggeser halaman tampilan utama untuk
mencari aplikasi yang hendak dibuka.
Namun, pengguna ini bisa mengatasi masalah ini dengan masuk ke modus tampilan desktop.
Untuk membuat aplikasi di Windows, dibutuhkan software Visual Studio, yang di dalamnya terdapat alat-alat untuk membangun aplikasi. Bagi perusahaan rintisan (startup), harga software Visual
Studio terbilang mahal. “Kalau mau bikin aplikasi keren, pakai Visual
Studio versi Express. Tapi harga lisensinya mahal. Ini berat untuk startup yang masih merintis seperti kita,” kata Dedi Mulyana dari Garuda Studio asal Bandung.
Para developer juga berharap, Microsoft dapat melakukan
sosialisasi mendispilinkan pengguna agar mengunduh aplikasi dari Windows
Store. Ini dilakukan untuk menekan angka pembajakan aplikasi. Selain
itu, beberapa developer juga berharap Microsoft bisa menjual
aplikasi berbayar dalam mata uang Rupiah, sebagau upaya meningkatkan
kesadaran menggunakan aplikasi berbayar, dan dapat mendorong penciptaan
aplikasi lokal.
Minggu, 10 November 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar